Senin, 16 November 2009

ekonomi mikro

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
JL KH. AHMAD DAHLAN NO. 76 KEDIRI
Nama : Ahmad Mahfurin
Fak/Jur : FKIP/PE- Akuntansi
NIM : 08 – 1 – 01 – 04 – 0003
Tugas tersetruktur I
a. 1. Menurut Prof. P.A. Samuelson (1970) Ilmu ekonomi didefinisikan sebagai suatu
studi mengenai individu – individu dan masyarakat membuat pilihan , dengan atau
tanpa pengunaan uang , dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas –
tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis
barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi , sekarang dan
di masa datang , kepada berbagai individu dan golongan masyarakat. (sadono
sukirno) hal : 9
2. Ilmu ekonomi adalah menyatakan bahwa barang apa (what) yang akan diproduksi,
bagaimana (how) arang ini diproduksi dan untuk siapa (for whom) diproduksi.
(Samuel, paul A) hal : 3
Dan sekarang para pakar ilmu ekonomi sepakat bahwa : “ilmu ekkonomi merupakan
suatau stud tentang prilaku orang dan masyarakat dalam memlih cara menggunakan
smber daya yang lanka dan memilik beberapa alternative pengunaan dalam rangka
memproduksi berbagi komoditi untuk kemudiaan menyalurkannya baik saaat ini maupun
dimasa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalm suatu
masyarakat”. (Samuel, paul A) hal : 4
b. Ilmu ekonomi adalah suatau idang studi yang sudah cukup lama berkembang. Sebagai
satu bidang ilmu penegetahuan, perkembanannya bermula tahun 1776 yaitu setelah
Adam Smith “bapak ilmu ekonomi” (Ingris), menerbitkan buku “An Inquiry Into The
Nature and Causes of The Wealth of Nations”. Sebenarnya sebelum masa Adam
smith sudah banyak pemikiran – pemikiran tentang persoalan yang dihadapi oleh
suatu negara tapi pemikiran – pemikiran belum dikemukakan secara sistematis. Dan
pada masa itu pembahasan masih terbatas karena dalam masa itu perekonomian
belum ada analisis tetang permasalah ekonomi pada masyarakat. Dan karena
keterbatasan itu maka ilmu ekonomi belum bisa dikatakan cabang ilmu yang dapat
berdiri sendri. setalah revolusi industri ilmu ekonomi berkembang pesat. dan
pemikiran – pemikiran dapat dijadikan suatu pedoman atau landasan bagi
perekonomian sekarang.
c. Ilmu ekonomi mikro adalah: satu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang
menganalisis mengenai bagian – bagian kecil dari keseluruhan kegiatan
perekonomian. (sadono sukirno) hal : 21
d. Ilmu ekonomi makro adalah: salah satu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang
melihat dan menganalisis tentang kegiatan ekonomi yang berlaku dalam negara
melalui analisis yang bersifat menyeluruh (agreat) atau alam bidang ini menganalisis
keseluruhan kegiatan ekonomi. (sadono sukirno) hal : 23
Tugas tersetruktur II
a. Perilaku konsumen dalam memuaskan kebutuhan dengan setiap konsumen berusaha
mengalokasikan penghasilan yang terbatas jumlahnya untuk membeli barang atau jasa
yang tersedia dipasar sebegitu rupa sehingga tingkat kepuasan yang diperolehnya
maksimum. Singkatnya, setiap konsumen mengatur pembelian sebegitu rupa untuk
emaksimir kepuasan dengan batasan penghasilannya yang tertentu itu.
b. Pendekaan ordinal/ analisa kurve indifference (indifference curve analisis):kepuasan
konsumen yang maksimal dengan batasan anggaran yang ada terjadi pada tingkat
konsumsi, dimana kurva indiferenca konsumen bersinggungan dengan garis anggaran
atau pada waktu kurve indifferennce konsumen mempunyai yang sama besarnya
dengan garis anggaran atau pada waktu marjinal rate of substitusion (MRS) antara
barang – barang yang konsumsinya sama besar denan perbandingan harga dari barang
tesebut. (Ari Sadarman) hal : 114
c. Dalam pendekatan ordinal asumsi yang harus dipenuhi adalah
1. konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan
2. kepuasaan konsumen tidak dapat diukur secara kardinal tetapi dapat dibandingkan
3. konsumen mempunyai pola pilihan atau prefesi akan barang dan jasa yang
diinginkan
4. konsumen mempunyai marginal rate subtition yang menurun untuk suatu tingkat
utilitas tertentu
d. Pendekatan kardinal/teori nilai subyektif (subjektive value theory) : kepuasan konsumen
yang maksimal dengan batasan anggaran yang ada, terjadi pada waktu perbandingan
antara kepuasan marjinal dan tingkat harga untuk barang yang satu, sama besarnya
dengan perbandingan antara kepuasan marjinal dan tingkat harga untuk barang yang
lain. (Ari Sadarman) hal : 114
e. Dalam pendekatan kardinal asumsi yang harus dipenuhi bahwa tambahan nilai guna
yang akan diperoleh seseornag dari konsmsi suatu barang akan menjadi semakin sedikit
apabila orang tersebut terus menerus menambah konsumsinya keatas barang tersebut
pada akhirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif yaitu apabila konsumsi keatas
barang tersebut ditambah satu unit lagi, maka nilai guna total akan menjadi
sedikit.(sadono sukirno) hal : 154
Tugas terstruktur III - IV
a. Suatu sistem atau serangkaian aturan untuk mementukan pilihan
b.
Kurva indifference I mengambarkan semua kombinasi X dan Y yang menhasilkan
guna total yang sama yaitu 10 unit guna. Begitu juga kurve – kurve indifference II, II, IV
masing masing mengambarkan semua kombinasi X dan Y yang menghasilkan tingkat guna
total 19, 26 dan 30.
c. 1. sifat kurva indefference yang turun dari kiri atas kekanan bawah merefleksikan
adanya anggapan bila untaian A terdiri unsur – unsur yang sama dengan B, sedangkan
untuk setiap unsurnya untai A lebih besar dari B(A is Strictly large tan A). Maka A Jumlah Y
I (10)
II (19)
III (26)
IV (30)
Jumlah X
harus dipilih dan bukan B. Tetapi bila hanya hanya sebagian unsur- unsur saja yang
lebih besar sedang unsur – unsur yang lain lebih kecil atu sama, maka tidak dapat
dikatakn beitu saja bahwa A harus dipilih dan bukan B. Atau dengan kata lain Yaitu
untai komoditi yang strictly larger akan lebih dipilih konsumen dibnding dengan untai
komoditi yang lebih kecil. (Ari Sadarman)hal : 25
2. sifat kurva indefference yang cembung kearah titik origin merefleksikan adanya batas
kemampuan komoditi X untuk mengantikan Y (marginal rate of substitution of X for Y
= MRS ) (Ari Sadarman) hal : 27
3. sifat kurva indefference yang tidak saling berpotonan merefleksikan adanya bila A
dipilih dan bukan B, sedangkan B harus dipilih dan bukan C, maka A harus dipilih dan
bukan C. Jadi dalam meentukan preferensi, berlakulah hubungan yang bersifat transitif.
(Ari Sadarman) hal : 26
d. seorang A mempunyai uang Rp.40.000 untuk membeli soto dan sate. Harga soto
Rp.4.000 per porsi dan harga sate Rp. 8.000 per porsi. pada suatu hari karena harga
bahan baku naik maka harga sate naik. semula sate dari Rp.8000 menjadi Rp.10.000
dan pada saat itu ternyata pendapatan yang didapat olehnya berkurang menjadi
Rp.30.000
 Tabel pada tingkat harga soto Rp.4000 dan sate Rp.8000
gabungan Soto (porsi) Sate (porsi)
A 10 0
B 8 1
C 6 2
D 4 3
E 0 5
x for y
e. Garis anggaran pada tingkat harga pada saat ada perubaan harga barang
B
C
D
SATE
SOTO
5
10
SATE 4
SOTO
10
8
5
f. Garis anggaran pengeluaran pada saat pendapatan berubah
Tugas tersetruktur V - VII
a. Nilai guna total dan nilai guna marjinal dalam nilai angka
Jumlah buah rambutan
yang dimakan
Nilai guna total Nilai guna marjinal
0 0 –
1 30 20
2 60 10
3 75 8
4 80 6
5 85 4
6 90 1
7 85 -1
8 78 -4
9 65 -6
3,75 5
7.5
10
SOTO
SATE
b. Dari tabel diatas dapat disimpulakan bahwa apabila konsumen memakan delapan,
sembialan rambutan, kepuasan yang didapat dari konsumsi tersebut adalah lebih rendah
daripada kepuasaan yang didapat dari memakan enam buah rambutan dan dari tabel
diatas menunjukan bahwa lebih baik makan tiga buah rambutan daripada sebilan
rambutan, karena kepuasan yang dinikmati dari memakan tiga rambutan adalah lebih
besar.
c. Permintaan buah apel per Kg pada berbagai tingkat harga
Keadaan Harga (rupiah) Jumlah permintaan per Kg
A 10000 2
B 8000 3
C 6000 4
D 4000 6
E 3000 8
s
d. P = 4000 Q = 4
P1 = 6000 Q1 = 6
Pada mulanya harga adalah P. Pada harga ini hasil penjualan adalah : OP x OQ = OQBP.
Sesudah itu harga naik menjadi P1. harga yang baru ini mengurangi permintaaan dari Q
menjadi Q1. hasil penjualan pada harga yang baru in adalah : OP x OQ1 = OQ1AP1.
Harga (rupiah)
2 4 6 8
2000
4000
6000
8000
C
D
E
B
A
10000
kuantitas
O
kalau dibandingkan Q1 QBC dengan PCAP1 jelah kelihatan bahwa Q1QBC adalah yang
lebih besar. Dngan demikian OQBP adalah lebih besar daripada OQ1AP1 dan berarti
hasil penjualan pada waktu harga mencapai P adalah lebih besar daripada sewaktu harga
adalah P1. Keadaaan tersebut menunjukkan bahwa oleh karena permintaan terhadap
barang X adalah elastis, kenaikan harga dari P menjadi P1 Telah mengurangi hasil
penjualan barang tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa elastisitas permintaaannya
adalah UNIER (ED = 1), perubahan harga (bertambah tinggi atau menurun) tidak akan
mengubah hasil penjualan.
e. Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa jika arah garis permintaan menurun dari
kiri atas ke kanan bawah menujukkan bahwa kurva yang demikan disebabkan oleh sifat
hubungan antara harga dan permintaan mempunyai hubungan terbalik. Jika salah satu
variabel naik, maka variabel yang lain akan turun. Dari kurva diatas menujukkan bahwa
harga apel yang naik mengakibatkan permintaan apel dari konsumen menurun.
Tugas terstruktur VIII – XI
a.Produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan barang tertentu untuk memenuhi
kebutuhan dengan tingkat produksi yang dapat dicapai dengan faktor – faktor produksi
yang digunakan untuk tingkat produksi tersebut.
Tugas tersetrktur X – XI
Tabel
Jumlah
pekerja
Jumlah
produksi
Biaya
tetap
(FC)
Biaya
variabel
(VC)
Biaya
total
(TC)
Biaya
marjinal
(MC)
Biaya rata
– rata (AC)
Biaya
berubah
rata –rata
(AVC)
Biaya tetap
rata – rata
(AFC)
0 0 100 0 100 - - - -
1 2 100 100 200 50 100 50 50
2 8 100 200 300 16,6 37,5 25 16,6
3 16 100 300 400 12,5 25 18,75 12,5
4 26 100 400 500 10 19,2 15,3 10
5 38 100 500 600 8,3 15,7 13,1 8,3
6 50 100 600 700 8,3 14 12 8,3
7 60 100 700 800 10 13,3 11,6 10
8 68 100 800 900 12,5 13,2 11,7 12,5
9 74 100 900 1000 16,6 13,5 12,1 16,6
10 76 100 1000 1100 50 14,4 13,1 50
11 77 100 1100 1200 100 15,5 14,2 100
Biaya Total (Total Cost) TC = FC + VC
Biaya tetap rata – rata (AFC) AFC = FC/Q
Biaya berubah rata – rata (AVC) AVC = VC/Q
Biatya total rata – rata (AC) AC = TC/Q atau AC = TFC + AVC
Biaya marjinal (MC) MC = TC/ Q
c. Dimana semua produk batas adalah positif. Untuk memproduksi suatu tingkat output
tertentu dengan mengunakan dua macam input.
Tugas terstruktur XII – XIII
a. Pasar persaingan sempurna adalah suatu model pasar di mana terdiri dari banyak
produsen dan konsumen, produk yang dijual belikan bersifat homogen, masing –
masing produsen babas keluar dari atau masuk ke pasar, faktor produksi dapat bergerak
secara bebas dan masing – masing produsen serta konsumen mempunyai informasi
yang lengkap tentang kondisi pasar.
Ciri – ciri pasar persaingan sempurna :
 Terdiri dari banyak penjualan dan banyak pembeli
Dengan adanya banyak penjual dan pembeli di pasar, hal itu berakibat bahwa
masing – masing penjual hanya menawarkan barang relatif sedikit dibandingkan
dengan seluruh barang yang ada di pasar.
 Barang yang dijual belikan bersifat homogen
Barang yang dijual sejenis atau sama antara yang satu dengan yang lain baik teknis
maupun nonteknis. Diantar barang yang satu dengan yang lain dapat menggantikan
secara sempurna didalam pengunaannya.
 Masing – masing produsen bebas untuk keluar dari/masuk ke pasar.
Setiap produsen babas keluar dari atau masuk pasar. Produsen mempunyai
kebebasan untuk menentukan perhitungan ekonominya. Namun dalam hal ini produsen
mengalami hambatan untuk keluar masuk pasar dimana adanya aturan yang dibuat oleh
pemerintah, misalnya tarif, subsidi, hak patent dan lain – lain.
 Adanya mobilitas faktor produksi secara sempurna
Dalam hal ini faktor produksi dianggap bebas bergerak dari satu tempat ke tempat
lain. Dapat berpindah pindah pekejaan sesuai keputusan ekonominnya.
 Pembeli dan penjual mempunyai informasi yang lengkap tetang pasar.
Pembeli dan penjual mempunyai informasi yang lengkap tentang kondisi pasar .
meliputi jumlah barang, kualitas barang dan lain – lain baik yang beraku saat ini
maupun masa yang akan datang. Maka dalam pasar persaingan sempurna kepastian
sangat terjamin dimasa mas mendatang maupun sekarang.
(Ari Sadarman) hal : 5
b. Terbentuknya harga atau Pengambilan harga (price taker) pada pasar persaingan
sempurna denagn cara interaksi diantara produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang
produsen telalu kecil peranannya didalam pasar sehinga tidak dapat mempengaruhi
penentuan harga atau tingkat produksi dipasar. Karena jumlah produksi yang dihasilkan
produsen sebagaian kecil dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilakan dan
diperjualbelikan. (sadono sukirno) hal 232
Tugas tersetruktur XIV – XV
a.Pasar monopoli adalah suatu model pasar di man di pasar itu hanya ada satu penjual,
output yang dihasilkan produsen bersifatlain dari pada yang lain (unique product) dan di
pasar ada rintangan bagi prodsen lain untuk memasuknya. (Ari Sadarman) hal : 57
b.1. Produsen memiliki salah satu (beberapa) sumber daya yang peting dan kemudian ia
merahasiakannya. Atau produsen memiliki pengetahuan yang lain daripada yang lain
(exclusive knowledge) tetang teknik produksi.
2. Produsen mempunyai hak patent untuk output yang ia hasilkan atau proses produksi
yang ia selengarakan.
3. Pemberian ijin khusus oleh pemerintah kepada produsen tertentu untuk mengelola
suatu usaha tertentu pula atau penetapan pemerintah (tarif0 yang maksudnya untuk
menghalang halangi masuknya arang sejenis dari lar negeri.
4. Ukuran pasar begitu kecil untuk melayani lebih dari satu perusahaan yang
mengoprasikan skala perusahaan optimum.
5. produsen menetapkan kebijakan limitasi harga (limit pricing policy)
(Ari Sudarman) hal : 56
c.Diketahui : P = 40 – 0,5Q
TC = 2Q – 20Q
Ditanya : kentunagn maksimim?
Jawab :
TR = P.Q
TR = (40 – 0,5Q).Q
= 40Q – O,5Q2
MR = TR/ Q = 40 - Q
MC = AC
MC = TC/Q
= (2Q – 20Q) / Q
= 2 – 20
MC = - 18
P max MR = MC
40 – Q = - 18
- Q = - 58
Q = 58 unit
Tugas tersetruktur XVI
a. Untuk menaikkan jumlah keuntungan optimal, dengan cara menetapkan harga yang
berbeda pada pasar yang berbeda jenis barang yang sama, sdemikian rupa sehingga
satuan terakhir dari setiap barang yang dijual memberikan marginal revenue yangsama.
b. -. Barang tidak dapat dipindah tangankan dari satu pasar ke pasar lain.
- sifat barang atau jasa memungkinkan dilakukan, pembedaan harga.
- Sifat permintaan dan elastisias permintaan di masing – masing pasar haruslah sangat
berbeda.
- Kebijakan harga tidak mengeluarkan ongkos yang melebihi keuntungan dari
kebijakan tersebut.
- Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap tidak rasional konsumen
Tugas tersetruktur XVII – XVIII
P = 40 – 0,5Q
= 40 – 0,5 (58)
= 40 – 29
= 11
Keuntungan max = TR – TC
= ( 11 x 58) – ( -18 x 58)
= 638 – (-18792)
= 19430
a. Karena perusahaan akan menjual barangnya di dalam dua pasar (misal pasar dalam
negeri dan luar negeri)yang sangat berbeda sifatnya begitu pula sifat permintaan yang
sangat berbeda pula. Dan untuk memksimumkan kentungan perusahaan
b.Diskriminas harga dilakukan oleh perusahaan dalam keadaan tertentu karena dikeadaan
tertentu saja dapat berjalan dengan sukses. Dan beberapa keadaan yang memungkinkan
melakukan diskriminasi harga :
 Barang tidak dapat dipindahkan dari pasar satu kepasar lain.
 Sifat barang atau jasa itu memingkinkan dilakukan diskriminasi harga .
 Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing – masing pasar haruslah
sangat berbeda.
 Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan yang melebihi tambahan
keuntungan yang diperolehnya tersebut.
 Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap rasional konsmen
Tugas terstruktur XIX
a.1. Menghasilkan barang standart maupun barang berbeda corak
Dalam pasar oligopoli perusahaan menghasilkan barang – barang standar
(standardized product)banyak dijumpai pada industri yang menghasilkan bahan mentah
misal industri baja dll. Dan menghasilkan barang – barang yang berbeda corak
(differentiated product) dan produk ini banyak dijumpai pada industri yang
menghasilkan barang akhir misal industri mobil dan truk.
2. Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tanguh.
Dalam pasar oligopoli penentuan harga sangat dominan dengan kekuasaaan karena
dalam pasar ini kerja sama untuk menentukan harga agar harga dapat distabilkan pada
tingkat harga yang dikehendaki oleh mereka yang berkuasa. Maka kekuasaan dalam
pasar oligopoli sangat besar pengaruhnya bagi perusahaan didalamnya.
3.Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan.
Dalam pasar oligopoli iklan sangat diperlukan bahkan pasar oligopoli pada barang
yang berbeda corak iklan secara terus menerus sangat diperlukan,namun pengeluaran
untuk iklan sangat besar sekali. Tapi pada pasar oligopoli yang menghasilakan barang
yang setandar untuk membuat iklan yang lebih sedikit. Pada dasarnya kegiatan promosi
yang aktif akan menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama.
b.Merupakan suatu model penetapan harga oligopoli dimana perusahaan – perusahaan
mengkoordinasi keputusan – keputusan mereka seakan akan suatu monopoli banyak
pabrik asumsi prilaku pngikut harga mungkin tidak cocok, sebab keputusan masing –
masing perusahaan mempunyai dampak atas hargabertujuan agar perusahaan –
perusahaan sebagai suatu kelompok menyadari bahwa mereka dapat mempngaruhi harga
dan mengkoordinasi keputusan mereka untuk memperoleh laba monopoli.
c. 1. Pemerintah harus menjaga agar hambatan bagi perusahaan baru untk masuk
kedalam pasar ndustri tersebut ditekan sampai sekecil keclnya.
2. Diadakan undang – undang anti moopoli, yang melarang adanya kerja sama
diantara para pengusaha monopoli (baik secara diam – diam atau terbuka).
3. kemungkinan kebijakan yang lebih drastis adalah merombak struktur pasar yang
oligopolis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar